Antara Malam dan Hujan

Kemarin senja hujan membasahi kota terbesar kedua di pulau Sumatera ini. Meski tak lama, ia berhasil membuat saya terpaksa berteduh di gerbang sekolah dasar, dan sukses membuat motor yang saya cuci pagi tadi kembali kotor. Akan tetapi saya tetap bersyukur, karena saat kabut asap menyelimuti kota, rinai memang dinanti-nanti kehadirannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Besok

Besok, bisa jadi kita akan menyesali hal yang pernah kita lakukan di waktu silam.
Menyayangkan suatu keputusan yang ternyata berujung begitu menyakitkan.

Besok, bisa jadi kita sungguh mensyukuri banyak hal yang pernah kita berikan.
Tersenyum manis atas pemberian kecil yang begitu menyenangkan banyak orang. Baca lebih lanjut

Wanderer Returns

Akhirnya, sekaleng susu beruang (aslinya sih susu sapi) tadi petang membuat fisik kembali bugar setelah hari ini mengajar sampai Zuhur plus berbagi di depan para mahasiswa/i sembari menyimak setoran hafalan mereka. Entah angin apa yang membuat saya malam ini kudu me-resurrection blog gaje yang telah setahun lebih mati suri ini. Hm, apa karena tadi di masjid saya menemui pak RT untuk minta izin mengadakan belajar bersama malam-malam di rumah? Entahlah.. Baca lebih lanjut